Top

Hampir di setiap penghujung tahun, kantor saya mengadakan Gathering yang hampir dipastikan diselenggarakan diluar kota. Sudah empat tahun mengabdi di salah satu Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kepelabuhanan ini, sayangnya saya hanya sempat mengikuti setengahnya. Gathering pertama di tahun 2014 merupakan Family Gathering, dimana dikarenakan anggota keluarga juga bisa diajak sehingga acaranya hanya diselenggarakan di Lembang, Bandung. Gathering di tahun 2015 dan 2016 tidak saya ikuti karena sedang menjalankan tugas belajar ke Belanda. Nah, di tahun 2017 kali ini acaranya cukup excited karena diadakannya di kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya dan memang sudah lama ingin sekali main ke provinsi ini, yaitu Provinsi Sumatera Utara. Pasti udah ketebak lah ya, obyek wisata apa yang akan dikunjungi? 🙂

How to Get There?

Kami berangkat di hari Kamis pagi (26.10.2017) pukul 05.50 pagi menggunakan pesawat Citilink. Total karyawan/ti yang berangkat sekitar 84 orang dan beberapa rombongan EO yang membantu mengurusi semua keperluan sejak persiapan keberangkatan hingga kepulangan nanti. Perjalanan dari Jakarta (CGK) menuju Kuala Namu International Airport (KNO) ditempuh dalam waktu 2 jam 10 menit. Setelah sekian lama merasakan landing yang ga mulus, untuk kali kedua aku ngerasain lagi pendaratan yang sempurna. Entah karena bandara baru sehingga runway nya masih mulus, atau karena kehandalan pilotnya mendaratkan pesawatnya yang jelas semua orang juga bilang kalo landingnya super mulus. Alhamdulillah.

Accommodation

Employee Gathering biasanya diadakan per Direktorat, kebetulan saya bergabung di Direktorat Teknik dan Manajemen Risiko. Mayoritas pegawai di Direktorat Teknik dan MR bisa dibilang laki-laki sih, perempuannya hanya sekitar 10% itupun udah termasuk Office Girl dan Tata Usaha. Alhamdulillahnya saya dan suami masih berada di dalam satu Direktorat, jadi gathering kali ini berasa honeymoon disponsori kantor deh :D. Wisata di Provinsi Sumatera Utara ini akan dilakukan dalam waktu 3 hari 2 malam. Malam pertama kami menginap di salah satu Villa di area Tuk-Tuk, Pulau Samosir namanya The Samosir Villas Resort. Alhamdulillah saya mendapat kamar yang viewnya langsung ke Danau Toba :).

Perjalanan ke villa ini ditempuh dari Pelabuhan Asari sekitar 20 menit menggunakan kapal. Kami menyewa tiga kapal untuk tour Danau Toba sehari semalam ini. Nama kapalnya Toba Cruise, tapi jangan dibayangin kapalnya beneran cruise ya… kapalnya hanya speed boat kayu biasa kapasitasnya hanya sekitar untuk 30an orang.

Di pesisir Pulau Samosir terdapat banyak villa yang bisa disewa. Harganya sekitar Rp 500.000 – 700.000 per malam, tapi untuk harga peak season bisa dua kali lipat. Fasilitas di setiap kamar pasti ada bath tub lho.

Aktivitas di villa ini ga begitu banyak. Sesampainya di villa ini sudah sekitar pukul 18.00 dan diberikan waktu istirahat selama 1,5 jam sebelum waktunya makan malam. Acara makan malam dan ramah tamah pun selesai pukul 21.00. Waktu tidur karena besok bakalan senam pagi jam 05.30. Capek banget rasanya karena semaleman aku baru sempet tidur dua jam sebelum berangkat ke bandara jam 03.30 pagi.

Pagi-pagi kita kumpul untuk senam. Berhubung provinsi Sumatera Utara ini berada di hampir paling barat Indonesia, jadinya matahari munculnya lumayan lebih siang dibandingin di Jakarta. Jadi kumpul 5.30 kerasa berat banget karena masih gelap gulita. Akhirnya aku tunda-tunda juga sampai keliatan cahaya sedikit di langit baru deh ke lapangan. Ternyata senam Maumere nya hampir udah beres wkwk. Untungnya yang Zumba belum, lumayan jadi bisa berkeringat sedikit.

Malam kedua kami beranjak ke daerah Berastagi. Daerah ini merupakan dataran tinggi sehingga udaranya cukup sejuk. Tujuan utama ke daerah ini adalah untuk melakukan Team Building di salah satu resort terkenal di daerah Simalem, namanya Taman Simalem Resort. Dulunya konsep Taman Simalem Resort ini adalah sebuah casino terinspirasi dari Genting Highland di Malaysia. Namun, dikarenakan adanya Peraturan Pemerintah tentang larangan membuka tempat perjudian, makanya konsep dari Taman Simalem Resort inipun berubah jadi konsep Agro Wisata 🙂 Gak heran kita bisa melihat banyak kebun sayur dan buah di kawasan resort ini. Sayur dan buah yang ditanam juga organik semua. Tanaman kopi dan tehnya langsung diolah dan bisa dibeli juga di souvenir shopnya atau bisa juga nikmati di kamar-kamar hotel.

Pemandangan di resort ini bagussss banget. Berhubung lagi low season jadi pengunjung juga gak begitu banyak jadi berasa private banget. Danau Toba juga merupakan salah satu view favorit di sini. Pemandangan yang sangat cantik karena dilihat dari tempat yang lebih tinggi. Kawasan Taman Simalem ini berada di ketinggian kurang lebih 1500 m dpl.

Attractive Places

1. Danau Toba

Hal yang sangat menyenangkan sekali karena saya bisa ke salah satu tempat yang menjadi kebanggannya Indonesia. Danau Toba adalah danau terluas yang terbentuk akibat letusan gunung berapi yang terjadi berabad-abad yang lalu, dan letusannya gak hanya sekali loh ternyata sampai 3x dengan jeda ratusan tahun tapinya. Namun, dengan letusan tersebut konon katanya membumihanguskan lebih dari setengah penduduk yang berada disekitarnya. Kita harus bangga dan bersyukur dengan adanya kekayaan alam di wilayah negara kita sendiri. Danau Toba bisa saya bilang bersih loh! Jarang terlihat adanya sampah di tengah laut. Sudah banyak peringatan akan pentingnya menjaga Danau Toba untuk bebas dari sampah.

Namun, sayangnya saya agak kurang kebayang sih kalau harus bepergian traveling sendiri ke tempat ini. Mungkin harus dengan menyewa mobil dari Medan ya? Ngebayangin nyetir dari Medan ke Danau Toba kayaknya memang harus mengantongi SIM dengan bakat sopir Sumatera deh…

2. Huta Siallagan

Buat yang pernah denger Danau Toba, pasti juga pernah dengar Pulau Samosir. Pulau Samosir ini adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau ini ya pulau berpenghuni, walaupun sepertinya penghuninya lebih tersebar di pesisir-pesisirnya. Nah, salah satu tempat wisata yang kita kunjungi adalah Huta Siallagan. Huta dalam bahasa Batak berarti “rumah”, jadi Huta Siallagan adalah Rumahnya Keluarga Siallagan. Jadi ngapain kita ke Huta Siallagan? Jadi kalau kita berkunjung ke daerah orang, wajib dong buat kita tau sejarah dari daerah tersebut. Nah, sejarah dari keluarga Siallagan ini cukup menarik. Jadi, diceritakan sedikit tentang sejarah rumahnya. Ada sekitar 4 rumah yang berbentuk rumah panggung yang masih dilestarikan, walaupun perkuatan-perkuatan tetap dilakukan ya secara rumah kayu kalau ga dirawat mah abis kali dimakan rayap. Dan di bagian belakang rumahnya dibangun bangunan tambahan dari beton karena rumah-rumah ini masih ditinggali oleh turunannya

Cerita menarik dari rumah ini adalah lokasi pintu masuknya yang berada lebih ke dalam dari façade terluar rumahnya (rumah yang ditengah). Jadi untuk masuk ke rumahnya kita harus menunduk ke dalam baru menaiki tangga yang merupakan akses ke pintu masuk. Tujuan dari lokasi pintu yang sulit dijangkau ini adalah untuk menangkal sihir. Dahulu kala, ketika agama belum masuk ke Indonesia, penduduk setempat masih memiliki kepercayaan animisme. Semua orang pun sepertinya memiliki dan percaya akan kekuatan sihir. Sihir ini konon katanya akan sirna jika orang yang membawa sihir jahat dilangkahi oleh orang yang akan dikirimkan sihir jahat ini. Jadi, ketika ada orang yang bermaksud jahat ke pemilik rumah, langsung hilang karena orang tersebut harus menunduk untuk memasuki rumah ini, which means berada di bawah kaki pemilik rumah, jadi sihirnya hilang deh.

Kemudian ada tempat di area huta Siallagan ini yang dinamakan Batu Parsidangan. Raja Siallagan akan menghukum rakyatnya yang bersalah dengan cara memenggal kepalanya. Dan ini harus disaksikan didepan banyak orang. Ini dijadikan semacam pertunjukan gitu. Kurang lebih mirip sama Game of Thrones lah secara nanti kepala yang habis dipenggal itu bakalan di tancapin dan dipajang aja gitu terus. Darah hasil penggalan juga dapat diminum untuk meningkatkan kekuatan sihir katanya.

3. Air Terjun Sipiso-Piso

Air terjun sipiso-piso ini kita datangi saat perjalanan dari Danau Toba ke Taman Simalem dan berada di Desa Tongging. Dinamakan Sipiso-piso karena cipratan air terjun ini kalau mengenai kulit sih katanya tajam seperti diiris-iris pisau. Posisi melihat air terjun ini bisa dari atas/ atau kurang lebih sejajar dengan keluarnya air, atau bisa juga menuruni anak tangga untuk melihat dari dasar. Ketinggian air terjun ini sekitar 120 meter. Walaupun air terjun ya gitu aja sih, tapi ternyata pemandangan disekitarnya juga cantik. Hijau penuh ditumbuhi pohon pinus.

4. One Tree Hill

Nah, tempat ini juga gak kalah ajib. Perjuangan kesini nya juga lumayan, harus tracking dulu sekitar 1 km namun kelandaiannya masih bisa lah, cukup ngos-ngosan tapi gak sampai kehilangan nafas juga. Waktu itu kita mulai mendaki setelah solat subuh. Namun, itupun ternyata kita udah cukup kesiangan, karena matahari udah mulai muncul walaupun masih sedikit. Jadinya, kita berlari sedikit deh ke atas biar ga makin kesiangan sampai di puncak. Pas nyampai di puncak.. Wow! Pemandangannya bagussss banget!!!! Ga sia-sia deh capek-capek bangun pagi dan mendaki ke sini! Plus udaranya segeeeer banget.. Recommended banget pokoknya ke Taman Simalem!

 

post a comment