Top
Wisata Gurun Pasir Bintan

Daerah wisata yang satu ini memang kurang terdengar gaungnya oleh wisatawan lokal karena memang awalnya daerah ini sepertinya kurang diperuntukkan untuk wisatawan dalam negeri. Dulunya pantai dan resort di daerah Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau ini dibangun dan dikelola oleh resort-resort di pesisirnya. Maka dari itu, dahulu kala hanya pengunjung hotel yang bisa menikmati keindahan pantai di pulau ini. Selain itu, lokasinya yang berseberangan dengan Negara Singapore membuat wisatawan mancanegara menyebutnya sebagai Balinya Kepulauan Riau. Tak perlu menumpangi pesawat jauh-jauh sampai ke Bali untuk melihat keindahan pantai karena pulau kecil inipun cukup menyediakan wisata pantai yang tak kalah cantik.

How to Get There?

Lagoi ini terletak di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, lebih tepatnya berada di sisi utara Pulau Bintan dan berseberangan dengan Pulau Batam di sisi barat dan Negara Singapore di sisi barat daya. Walaupun berada satu pulau dengan ibukota provinsi, Tanjung Pinang, waktu tempuh yang diperlukan dari ibukota provinsi ini adalah sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan darat. Hal ini tentunya dapat terbilang cukup jauh jika dibandingkan dengan menyeberangi selat dari Pulau Batam, yaitu 15 menit menggunakan speed boat.

Apabila datang dari luar Kepulauan Riau, bandara terdekat yang dapat dicapai adalah Raja Haji Fisabilillah International Airport yang berada di Tanjung Pinang dan selanjutnya dapat melakukan perjalanan darat menggunakan mobil ke daerah Lagoi. Namun, apabila berangkat dari Pulau Batam maka pelabuhan terdekat yang melayani rute penyeberangan Batam – Tanjung Pinang (Sri Bintan Pura) dan Batam – Tanjung Uban (Bulang Linggi) adalah Pelabuhan Telaga Punggur.

Apabila ingin menyeberangi pulau dengan membawa kendaraan dari Batam, maka pelabuhan yang dituju adalah pelabuhan yang dikelola oleh ASDP. Pintu masuknya bersebelahan dengan terminal penumpang yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kendaraan (dan penumpangnya) tersebut akan diangkut oleh Kapal RoRo menuju Pelabuhan ASDP di Tanjung Uban. Hanya saja waktu tempuhnya jauh lebih lama (sekitar 1 jam) dibandingkan dengan menyeberang menggunakan speed boat (15 menit).

Nah, berhubung perjalanan kali ini saya dibatasi dengan waktu dan juga hanya ingin mengunjungi Lagoi, maka saya menyeberang menggunakan speed boat ke Tanjung Uban dan sesampainya disana saya menyewa mobil agar bisa puas berkeliling pulau. Harga sewa mobil adalah Rp 250.000/ 12 jam. Oh, ya jangan berharap ada angkutan umum ya di Tanjung Uban ini yang bisa mengantar ke tempat-tempat wisata. Jadi, ringkasnya lebih baik sewa mobil dan kalau ga bisa menyetir tingga sewa mobil + driver deh. Umumnya ada juga resort-resort yang menyediakan free shuttle tapi biasanya sih dari/ke Tanjung Pinang.

Attractive Places

1. Gurun Busung/ Gurung Telaga Biru – Tanjung Uban

Gurun Pasir Telaga Biru Busung

Perhentian pertama yang cukup unik karena sepertinya wisata ini baru saja ngehits. Judulnya sih wisata gurun pasir, tapi mayoritas materialnya bukan pasir halus ala-ala desert di Afrika melainkan coarse sand atau pasir dengan butiran kasar. Jadi kalau angin bertiup sih ga akan banyak debu heboh berteberangan. Sebenarnya cukup bingung juga sih asal muasal tempat ini tadinya berupa apa, karena di sisi-sisinya sebenarnya masih hutan. Berhubung saya belum pernah ke gurun pasir, jadi mengunjungi tempat ini cukup menghibur. Hanya dengan membayar Rp 5.000/mobil kita bisa sepuasnya berfoto dengan background pemandangan yang unik ini. Bahkan sampai ada patung kertas onta loh. Makin berasa deh lagi di gurunnya. Jarak tempuh dari Pelabuhan Bulang Linggi adalah sekitar 17 km (22 menit) menggunakan mobil.

Wisata Gurun Pasir Bintan

2. Treasure Bay, Lagoi

Treasure Bay Lagoi

Treasure Bay ini terletak di kawasan resort Lagoi. Untuk memasuki kawasan ini terdapat gerbang masuk (sejenis gerbang parkir ISS) yang mengharuskan kita membayar Rp 5.000/mobil. Setelah membayar kita akan mendapat persis seperti bentuk karcis parkir ISS kayak mall-mall di Jakarta, cuma bedanya kita sudah bayar di awal jadi awalnya saya mengira kertas itu hanyalah struk tanda telah membayar saja. Tapi ternyata tiket ini akan ditagihkan kembali ketika meninggalkan kawasan resort. Berhubung saya pikir tiket tadi hanya sebagai struk (karena sudah bayar), jadi saya lupa aja udah kebuang mungkin alhasil harus bayar lagi deh denda Rp 5.000 -_-“

Di dalam kawasan ini mayoritas sisi daratnya hanya berupa hutan belantara saja, namun di sisi pesisirnya memang terbentang banyak resort-resort dari yang standar sampai yang super wah. Treasure Bay ini semacam water park yang bisa dikunjungi oleh siapapun dengan membayar tiket masuk. Harga untuk dewasa Rp 100.000 (SGD 10)/ orang dan untuk anak-anak Rp 70.000 (SGD 7)/orang. Harga ini hanya mencakup tiket masuk + berenang saja, jika menginginkan menikmati fasilitas lainnya diharuskan membayar sesuai dengan harga yang telah ditentukan.

Terdapat dua cara pembayaran jika kita ingin menikmati fasilitas permainan di dalam treasure bay ini, yang pertama menggunakan gelang khusus yang dipinjamkan dan bisa diisi ulang di spot pengisian ulang. Jika ingin memainkan suatu fasilitas tinggal tap saja. Yang kedua menggunakan kartu debit/ kartu kredit. Di setiap loket wahana akan terdapat mesin EDC, jadi kalau ribet isi ulang tinggal gesek aja deh.

Treasure BayDi dalam Treasure Bay ini terdapat kolam yang sangaaaat luas, berdasarkan data sih luasnya 3 Ha. Jadi sepanjang mata memandang ke samping memang seperti lautan luas. Tapi tidak semua area kolam ini bisa digunakan berenang, hanya spot kecil saja yang dapat digunakan untuk berenang. Contour kolamnya juga sadis, di sebelah tempat berenang yang dibatasi oleh pelampung pembatas langsung contour dalam karena sebagian besar kolam ini digunakan untuk aktivitas water sport. Kalau ada yang berenang melewati batas pelampung pasti langsung di priwitin sama coast guard nya πŸ˜€

Seru banget sih main di treasure bay ini, selain karena emang cantik dan bersih banget, perasaan pengen main di pantai tapi males pasir-pasiran (walaupun ada juga sih sensasi pasir-pasir sedikit di pinggir kolam), takut kena ubur-ubur, kepijak kerang atau benda aneh lainnya ga bakal ditemuin deh disini. Kalau mau sensasi kelelep air asin mah tetep bisa karena air disini memang sengaja dibuat asin. Seru ya! Untuk lebih lengkapnya things to do di Treasure Bay bisa dilihat disini.

Sebenernya kemarin ingin banget nyobain solar boat nya, gak penting sih keliling pake yacht ala-ala doang. Harganya Rp 70.000/orang tapi baru bisa jalan minimal 4 orang. Sewaktu bertanya sama penjaga loketnya malah dijawab tergantung juga kalau operator nya lagi ga sibuk sama kerjaan lain ya bisa jalan. Jawaban yang aneh sebenernya. Jadi selama disana kemarin cuma ngeliatin solar boatnya parkir doang deh πŸ™

3. Nirwana Beach Resort

Kunjungan terakhir inginnya sih mengunjungi salah satu pantai asli. Denger-denger yang lagi ngehits namanya Pantai Lagoi. Pantai Lagoi ini pantai umum yang bisa didatangi oleh siapa saja. Lokasinya tidak begitu jauh dari Treasure Bay. Ketika kita sampai sana, ntah kenapa agak ngeliat dari jauh sepertinya tidak menarik. Akhirnya kami mengurungkan niat turun dan melaju ke Nirwana Beach Resort.

Jadi memang ada beberapa resort yang memperbolehkan pengunjung umum datang untuk menikmati fasilitas pantai yang berada di dalam wilayah resortnya tanpa harus menginap dan membayar biaya apapun. Salah satunya adalah Nirwana Beach Resort ini. Saat itu pukul 3 sore, kami datang menyapa satpam yang sedang jaga. Seperti biasa ditanyakan ada keperluan apa, dan dengan jujur saya menjawab izin mau lihat-lihat pantai sebentar. Kemudian kami disuruh turun untuk mengisi buku tamu dan meninggalkan KTP. Katanya sih sekitar jam 3 sore itu adalah batas akhir waktu pengunjung umum untuk lihat-lihat ke dalam, alhamdulillah kami masih diperbolehkan masuk. Sesampainya disana yaa pantainya gitu aja sih sebenernya biasa aja. Cuma numpang foto sekali dan pulang deh πŸ˜€

Notes:
  1. Harga tiket speed boat Batam – Tanjung Uban + Pas Pelabuhan : Rp 53.000
  2. Harga tiket speed boat Tanjung Uban – Batam + Pas Pelabuhan : Rp 46.000

post a comment