Top
Interlaken from above

Keinginan untuk traveling ke Swiss di antara musim spring dan summer akhirnya kesampaian juga. Dengan suhu ekstrem di Swiss saat winter membuat berpikir dua kali untuk pergi kesini. Bulan May sampai Oktober bisa dijadiin referensi buat kamu yang ingin menikmati hijaunya negara ini. Mau main salju? Tinggal kunjungi area pegunungannya walaupun memang harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Oh ya, trip ini saya lakukan di tanggal 24 Mei 2016.

City of Interlaken

How to Get There?

Budget sepuluh hari keliling Eropa di winter break (2015) kemarin sama dengan budget 3 hari di swiss. Tapi memang dikarenakan liburan kali ini saya lagi pengen yang nyaman dikarenakan kondisi badan yang kurang fit setelah seminggu field trip ke Italy dan France ditambah harus siap badan lagi untuk field work seminggu ๐Ÿ˜Untungnya didukung dengan harga tiket pesawat yang affordable yaitu 130 euro pp. Padahal harga one-way Amsterdam – Swiss biasanya bisa mencapai 200 euro.ย  Harga bis kebetulan sedang beda tipis dengan harga pesawat, sekitar 55 euro sekali jalan dan waktu perjalanannya yang super lama bisa diantara 12-15 jam tergantung tempat transit yang biasanya transit di salah satu kota di jerman ataupun prancis, akhirnya buat aku mundur.

Hanya membutuhkan 1h5min dari Schipol Airport menuju Basel Europort. Nama airport ini sebenarnya Basel-F-M , dikarenakan berada tepat di perbatasan 3 negara, Switzerland, Germany, dan France. Di dalam area bandara penunjuk arah yang pertama kali ditemukan adalah penunjuk arah negara tujuan. Jadi inget ke perbatasan Netherlands, Belgium, Germany di area Maastricht. Hanya dengan satu langkah dengan mudahnya kita bisa berpindah negara. Bandara ini sesungguhnya tidak terbilang besar juga dan tidak ramai (mungkin bukan masa liburan juga).

Untuk menuju city center dari Basel Europort ini adalah menggunakan Bus no.50 yang akan menuju Basel Central Station (Basel SBB). Tampaknya memang hanya bus ini yang beroperasi di area bandara. Perputaran bus bisa dibilang cukup cepat karena bus selanjutnya rata-rata akan berangkat setiap 10 menit.

Tiket bus dapat dibeli di sebuah mesin berwarna hijau yang terletak di halte bus tersebut. Harga ticket ini CHF 4.4, cukup mahal mengingat jarak tempuh yang hanya 17 menit. Ohya, dikarenakan Swiss ini negara non-EU, maka mata uang yang digunakan yaitu Franc Swiss (CHF). Kurs nya mirip-mirip memang tapi tetap saja atm adalah mesin pertama yg dikunjungi sesampainya di bandara. Sempat bingung, pilihan bahasa yang awalnya kupikir tidak ada bahasa Inggris, akhirnya bertemankan google translate, baru bisa nemuin pilihan bahasa inggris ๐Ÿ˜„.

Sesampainya di Basel SBB masih ada waktu satu jam sebelum jadwal kereta ke Interlaken. Tiket kali ini sengaja sudah dibeli beberapa hari yang lalu memanfaatkan supersaver ticket. Walaupun menunda-nunda dan akhirnya rugi CHF 6 ๐Ÿ˜“. Tapi ini jauh lebih murah dibanding harga regular sebesar CHF 60. Super mahalย  memang kereta antarkota nya. Ticket Basel – Interlaken ini saya dapat dengan harga CHF 36. Harga tiket kereta akan berbeda pada setiap jadwal keberangkatan. Jadwal yang saya pilih ini adalah yang termurah diantara yang lain. Beberapa memang menyarankan menggunakan Swiss Pass dengan jumlah hari sesuai rencana. Tapi dikarenakan mobilitas antarkota yang aku rencanakan rendah jadi lebih baik memanfaatkan supersaver ticket.

Lake Brienz

Perjalanan Basel – Interlaken memakan waktu sekitar 2 jam ditemani dengan pemandangan cantik ala Swiss saat spring yang serba hijau. Beberapa saat sebelum tiba di stasiun tujuan Interlaken Ost, kereta ini melalui Lake Brienz yang indah banget. Warna turqoise khas nya ini langsung bikin pengen cepet-cepet turun.

Accommodation

dscf8902

Backpackers Villa Sonnenhof

Hostel yang saya inapi ini recommended sekali. Walaupun kekurangannya saya kebagian kamar yang tergolong kecil. Tapi bukan suatu masalah karena toh yang penting kasurnya bersih, nyaman, kamar mandi juga bersih, dan fasilitas lainnya juga baik. Hostel ini menyediakan dapur bersama, hal ini merupakan hal yang menjadi pertimbangan penting ketika memilih hostel di Swiss. Kenapa? Karena makanan di Swiss ga ada yang murah, bahkan Mc Donald’s nya pun harga di atas rata-rata Negara Eropa lainnya. Jadi, biasanya traveller irit kayak saya ini ya beli mie di supermarket atau makan siap saji lainnya di supermarket dan tinggal di masak atau dihangatkan deh di dapur. Easy peasy !

Setelah check in, receptionist yang ramah akan membekali kita dengan banyak barang, di antara seprei kasur, sarung bantal, sarung duvet, bahkan handuk (man dapet handuk besar dan bersih ala ala di hotel), dapet satu brosur yang isinya attractive places di area ini yang isinya ada beberapa kupon voucher, dan kita dapet 2 coin. Nah coin ini bisa digunakan untuk beberapa kepentingan di hostel yang kita butuhkan. Bisa digunakan sebagai coin untuk laundry, menggunakan printer, dan juga mesin kopi. Berhubung saya ga akan menggunakan fasilitas printer dan laundry, jadinya saya habiskan untuk dua gelas chocolate hangat yang enak banget ga pake boong.

Harganya tergolong mahal sih. Mungkin hostel termahal selama saya traveling di Eropa. Well, apalah yang bisa diharapkan murah dari negara ini. Harga menginap disini CHF 44.89.

Attractive Places

1.ย Lake Brienz and Lake Thun

Danau Brienz dan Danau Thun merupakan dua danau besar yang mengapit Interlaken. Itulah mengapa kota ini dinamakan interlaken karena terletak di antara danau, inter = di antara, laken = danau. Ya kurang lebih begitulah interpretasi saya sendiri haha.

Kota ini bisa dibilang kecil, tapi pemandangannya juara. Selain itu daerah ini memang sepertinya diperuntukkan untuk turis karena terdapat hotel besar dengan fasilitas casino didalamnya. Terdapat lapangan hijau besar di city centernya sebagai tempat mendaratnya orang-orang yang melakukan aktivitas skydiving. Sayangnya saya ga mencoba, selain karena mahal, saya juga ga cukup nyali untuk mencoba. Kalau nekatpun saya sedang traveling sendiri, kalau ada apa-apa kan serem juga ya.

Waktu kunjung saya di Interlaken memang tidak lama. Sesampainya disana sudah siang hari, menginap semalam dan esok paginya sudah berangkat ke tujuan utama saya, Jungfraujoch. Untuk cerita tentang Jungfraujoch bisa dilihat di post ini ya. Tiket scenic train ke Jungfraujoch saya beli on the spot di customer service yang terletak di stasiun Interlaken Ost.

  • City of Interlaken

Sebenarnya saya ingin sekali mencoba cruise yang melintasi kedua danau ini. Memang ada lalu lintas kapal wisata di kedua danau ini yang dapat dinikmati oleh para turis, tapi berhubung saya sudah kesorean jadinya cuma bisa lihat kapal-kapalnya pada parkir deh.

Akhirnya saya hanya menyusuri sebagian Lake Brienz dan Lake Thun sambil foto-foto rumah yang menghiasi sisi – sisi danau ini. Cantik banget. Bahagia banget kali ya yang punya rumah disitu, buka jendela mau danau bisa, rangkaian pegunungan juga bisa ๐Ÿ™‚

Hal yang baru saya ketahui ketika mengunjungi daerah ini adalah orang Korea semua isinya, alias turis korea sangat amat membludak. Baik rombongan tour lanjut usia maupun anak-anak muda yang semangatnya backpackeran tapi kopernya bikin penuh kamar hostel. Rata-rata semua petunjuk dan brosur di kota ini pasti ada bahasa koreanya loh. Hmm analisa saya mungkin ada direct flight Korea – Swiss dan harganya murah kali ya.


2. Harder Kulm

Harder Kulm

Kalau ingin menikmati keindahan kota yang diapit oleh dua danau besar dan hijau ini, tinggal mendaki ke spot yang dinamakan Harder Kulm (Top of Interlaken). Buat kamu yang doyan olah raga bisa banget mendaki sampai ke puncaknya karena memang disediakan rute pendakian. Tapi jika kamu ga punya cukup waktu (dan juga malas) bisa juga ikutin cara saya dengan membeli tiket funicular yang memiliki kelandaian rel sampai 64%. Cukup dengan waktu 10 menit, kita bisa langsung sampai di ketinggian 1322 meter diatas permukaan laut deh.

Di atas puncak ini hanya ada Panorama Restaurant yang memiliki bangunan seperti istana dan juga Two Lakes Bridge. Saat itu saya mendaki kesini di waktu-waktu menjelang sunset, rencananya sih ingin menikmati sunset dari puncak. Tapi ternyata sampai waktu terakhir funicularpun mataharinya belum tenggelam juga :D. Akhirnya saya hanya foto-foto di jembatan yang lumayan bikin merinding ini. Merinding karena jembatan kantilever di ketinggian dan juga merinding karena dingin hehehe.

 

 

  • Harderbahn


http-signatures-mylivesignature-com-54494-336-764b5a3e1154b883f7d5aa5ad5e5d0c0

post a comment