Top

Sebenernya gak tau harus seneng atau sedih untuk kesekian kalinya bepergian sendiri. Solitude is a bliss sometime, isn’t it?

Perjalanan kali inisebenarnya sangat amat tidak direncanakan. Bahkan sama sekali ga kepikiran untuk keluar Belanda. Berhubung minggu ini adalah minggu ujian, artinya kamis sampai minggu nya aku free sebelum menikmati lg perkuliahan biasa di hari seninnya. Summer break emang tinggal sebulan lagi. Tapi tiba – tiba aja pengen bepergian ke luar negeri berhubung suntuk banget 2 bulan terakhir ga ada hiburannya.

Hal pertama yang aku lakukan adalah buka google maps liat peta Eropa dan milih mau ke negara mana. Kadang masih kayak mimpi bisa ngelakuin hal yang sebelumnya ga pernah aku bayangin bisa aku lakukan ini. Tujuan awal sebenarnya ingin ke Polandia, tapi harga tiket pesawat lagi gak bersahabat. Akhirnya aku putuskan untuk bepergian yang bisa dicapai dengan bis ataupun kereta. Waktu yang tinggal dua hari ini sepertinya harga tiket pesawat udah pada mahal. Dan pada akhirnya aku akan menjelajahi ke negara sebelah di sisi utara.

Kota pertama yang aku kunjungi adalah Hamburg. Ide liburan kali ini ga ada target.  Ga punya tujuan harus kemana banget. Paling hanya berpatokan ngunjungin 1-5 most attractive places di Trip Advisor biar gampang. Selebihnya santai jalan-jalan ngiterin kota dan berharap dapat pengalaman yang seru 🙂

Bisa dibilang Hamburg ini kota persinggahan sebelum bertolak ke negara tujuan utama trip kali ini. Pengen jalan jalan ngeliat pemandangan Elbe river, aktivitas di sekitar Port of Hamburg. Ya semoga aja bisa sembuhin kangennya priok (ga deng canda).

How to Get There?

Perjalanan 7 jam menggunakan bis dari Amsterdam menuju Hamburg aku percayakan dengan bis antarnegara langgananku, Flixbus. Seharusnya perjalanan Amsterdam – Hamburg ini bisa aja hanya empat jam, tp ternyata bis ini menyinggahi Groningen terlebih dahulu di sisi utara Belanda untuk mengangkut penumpang kemudian di Oldenburg, Bremen dan terakhir sampailah ke Hamburg. Walaupun waktu keberangkatan terlambat hampir 30 menit, tp waktu sampai di Hamburg hanya telat 10 menit dari jadwal rencana.

Accommodation

Sesampai di Hamburg disambut dengan gerimis kecil, padahal ramalan cuaca ga menunjukkan akan hujan di waktu aku sampai. Bergegaslah aku ke central station untuk makan kfc. Karena sebelumnya udah browsing dan menemukan info bahwa ada kfc disana haha. Makan sebentar dan tersadarkan reminder adzan Maghrib. Akhirnya mulai bergerak dan mencari cara gimana menuju hotel. Well, sebenernya hostel yang udah aku booking ini merupakan hostel langganan. Udah pernah mencoba menginap di frenchise yang sama di Brussels dan gak keberatan untuk menginap lagi di cabang Hamburg. Memang menurut rekomendasi, location-wise kurang strategis karena tidak berada di tengah kota Hamburg tapi di suatu daerah bernama Altona. Altona ini sendiri katanya terkenal akan fish auction market nya di setiap hari Minggu. Tapi berhubung masih hari Kamis menuju Jumat jadinya ga liat juga pasar ikannya.

Agak bingung juga dengan sistem transportasinya, sebenernya ga gitu bingungin kalau research sebelumnya lebih preparable. Ragu beli tiket di mesin yang mana. Hampir beli tiket bis tp untungnya menyadari kalo ini mesin tiket utk naik bus. Akhirnya berhasil beli tiket sekali jalan, udah di kereta ga pede gara2 stasiun tujuan akhirnya beda sama arahan dari hotelnya. Akhirnya turun di stasiun berikutnya. Trus baru ngeh kalau kereta yg tadi juga bener sih karena stasiun Altonanya sama sama dilewati kereta dengan dua tujuan tersebut.

Sampai di area Altona udah gelap. Mencari cari posisi hotel dan area jalan menuju kesana agak gelap dan spooky. Walaupun nemu juga pada akhirnya. Selesai check in, aku denger banget mbak nya blg kamarnya berada di lantai 1, walaupun ragu karena angka depan nomor kamarnya 5. Seumur-umur nginep di hostel biasanya angka pertama menunjukkan lantai. Pas ngiter2 lantai 1 ga ada kamarnya. Gw ke lantai 5 baru nemu. Kurang aqua nih mbaknya.

Kamarnya seru. Gede dan lagi gak penuh. Trus ada secret chamber nya. Gw milih bed di secret chamber deh sendirian. Dua roommate yang lainnya juga ramah. Jarang – jarang ada rommate nyapa pas masuk kamar. Walaupun ga sempet ngobrol juga, aku udah ngantuk berat pas mereka pulang, dan udah check out sebelum mereka bangun.

Attractive Place

Elbe Tunnel

Perhentian pertama adalah berhenti di stasiun Landungsbrucken. Pengen masuk ke Elbe tunnel. Cukup lucu ketika menyadari pintu masuk elbe tunnel ini. Map di hp saat itu menunjukkan kondisi dimana aku udah berada disekitar elbe tunnel, tp bingung tunnelnya yang mana. Ngeliat ke bangunan sebelahn dan melihat bentuk atapnya, sepertinya ini adalah bangunan yang dibawahnya ada tunnel dan aku saat itu tepat ada dibelakangnya. Melalui pintu samping, aku melihat ada tulisan sejarah tentang elbe tunnel dan ada pintu! Tapi kok ga ada yang jaga ya. Melongok masuk dan bingung ini bangunan apa, ga keliatan jelas apa yang ada di bawahnya, Cuma banyak keliatan kabel panjang yang menjulang ke bawah dan sebuah tangga yang tampaknya cukup panjang. Apakah harus melewati tangga ini? Tiba tiba aku dikejutkan bunyi suatu mesin, dan aku melihat ada lift di seberang sana. Tapi kesananya bagaimana caranya ya?

Akhirnya aku memutar gedung, dan gedung itu sendiri tampak sedang renovasi. Aku melihat ada orang yang berdiri di seperti pos jaga, awalnya ku pikir itu yang jaga karena sedang ada pekerjaan konstruksi. Ketika lewat ada beberapa orang yang menggunakan sepeda, penjaga pos tersebut seperti memberikan arahan kepada pengguna sepeda itu untuk masuk , dan penjaga tersebut juga mengajakku untuk ikut masuk ke dalamnya. Dan ternyata itu lift, sodara-sodara. Wohoooo.

DSCF9828

Elbe Tunnel Hamburg is 426 m long and 24 m beneath the surface

Sesampainya dibawah  baru deh keliatan tunnelnyaa. Rata rata yg menggunakannya pejalan kaki dan pengguna sepeda, tapi ntah kenapa pengguna sepeda tidak boleh menggowes sepedanya tetapi harus dengan gerakan mendorong dari satu sisi. Ada juga sih mobil. Kalau mobil lewat pengguna sepeda pun harus jadi ikut menggunakan pedestrian, karena lajur jalannya hanya cukup untuk satu mobil mepet pula. Setelah berjalan setengah km dan berada di sisi sebelah sana aku ga mengexplore area nya sih langsung masuk bangunan lagi dan balik ke tempat semula. Time constraint. Langsung ke townhall, paling foto sebentar dan langsung cabut ke bus station karena jam setengah 12 udah harus berangkat ke Copenhagen.

http-signatures-mylivesignature-com-54494-336-764b5a3e1154b883f7d5aa5ad5e5d0c0

post a comment