Top

Destinasi Spanyol ini memang merupakan tujuan yang saya inginkan. Menunggu-nunggu waktu yang tepat dan sampai pada penghujung saya selesai kuliahpun, akhirnya memutuskan untuk berangkat di tengah-tengah waktu yang crucial. Crucial dikarenakan saya berangkat di hari submission thesis dan merencanakan perjalanan seminggu ke depannya dimana dua minggu setelah submission tersebut adalah hari sidang tesis. Huft, mana slide presentasi sidang juga belum dibuat pula. Sempat kepikiran mungkin akan ga menikmati perjalanan karena mikirin sidang. Hell yeah, I’ve been thinking of him (thesis) for the past 6 months. I need something to ease the mood. Lagian kayaknya akan lebih nyesel sih gak sempat bepergian ke negara ini. Then, here I go …

How to Get There?

Perjalanan seminggu ini akan membuat saya mengitari sedikit negara Spanyol dan terakhir bertolak ke negara seberang, Portugal. Di Spanyol ini sendiri saya berencana untuk mengunjungi 5 kota yang akan dimulai dari Barcelona. Memulai perjalanan dari Amsterdam, saya menumpangi pesawat Vueling yang kebetulan tidak sedang low season. Saat itu saya membeli tiket sebesar EUR 75, padahal sebenarnya banyak promo Amsterdam-Barcelona ini di harga kisaran EUR 30-45 kalau sedang promo. Bahkan kalau lagi sadis sempat ada yang EUR 15 saja. Mantengin skyscanner emang salah satu kegiatan rutin saya selama di Eropa sih hehehe.

Setibanya di Barcelona El-Prat Airport, moda yang dapat mengantarkan kita ke tengah kota dan paling cepat adalah Aerobus. Aerobus ini dapat kita temui dengan mengikuti airport sign ke arah terminal bus. Harganya EUR 5,9/ one way, dapat dibeli online sebelumnya di sini atau membeli langsung di mesin tiket di dekat tempat antri bus atau akan ada petugas yang mengizinkan untuk membeli di dalam bus secara cash. Kalau membayar di tiket mesin kita dapat menggunakan debit (khusus bank Eropa) atau credit card. Bis ini akan mengantarkan kita ke tengah kota yaitu Plaza de Catalunya.

Accommodation

Saya sempat menginap semalam di Barcelona walaupun waktu untuk muter-muter bisa dibilang hanya setengah hari sebelum besoknya saya udah mulai gerak ke kota lain. Maka dari itu, saya mencari penginapan yang memiliki akses transportasi yang mudah dan berada di pusat kota. Berhubung saya pernah menginap di franchisenya salah satu hostel ini di Paris, sayapun ga ragu untuk menginap kembali saat mengunjungi Barcelona ini. Nama hostelnya St. Christopher’s Inn (EUR 16,65/night for female dorm).

Attractive Places

Park Guell

Memulai perjalanan dari Plaza de Catalunya, saya mulai mencari-cari bus No.24 El Carmel (Plaza de Catalunya – Ronda Sant Pere). Bis ini akan menuju area perbukitan karena memang lokasi Park Guell ini terletak di Carmen Hill, dan bus akan berhenti di halte Ctra del Carmel-Parc Guell. Berhubung saya hanya menghabiskan setengah hari perjalanan di dalam kota Barcelona, jadi saya bepergian tanpa membeli one day pass karena rasanya akan lebih boros. Di setiap bis di kota ini dapat kita naiki juga dengan membayar cash, tapi pastikan menyimpan uang pas ya.

Park Guell merupakan suatu kawasan perbukitan yang semulanya akan dibangun sebuah komplek perumahan yang memang mengutamakan pemandangan alam dan taman-taman. Pembangunan Park Guell ini menggandeng Antoni Gaudi sebagai arsitek utamanya. Hasil karya Gaudi ini memang tersebar di banyak tempat di Barcelona yang khas dengan karya mozaiknya. Kegagalan pembangunan perumahan ini lantas menjadikannya taman publik yang dapat dinikmati masyarakat umum.

Gambar diatas merupakan dua bangunan yang paling iconic menurut saya. Dua paviliun itu juga berada diantara pintu masuk Park Guell. Namun berbeda jika menaiki bus no.24, kita akan menemui pintu masuk dengan adanya lokasi ticketing seperti gambar di bawah. Sebenarnya ini tidak dapat dikatakan pintu masuk juga sih. Karena ini merupakan salah satu akses taman yang sebenernya tidak dipungut biaya. Hanya ada beberapa spot di Park Guell yang membutuhkan tiket masuk, seperti Gaudi House Museum, dan Monumental Zone.

 

Untuk menghindari antrian pembelian tiket masuk ke Monumental Zone, kita dapat membeli tiket online disini. Namun, waktu yang sudah kita pesan di tiket ini strict sekali. Hanya dikasih waktu sampai setengah jam setelah waktu yang dipilih. Jika tidak datang sampai waktu yang telah ditentukan maka tiket tersebut akan hangus. Tapi sekalinya kita masuk ke dalam tidak ada batasan waktu untuk keluar, hanya saja ketika kita keluar tidak akan diperbolehkan  masuk lagi.

Ketika masuk melalui akses taman ini, saya sempat nyasar! Karena saya tertarik dengan bangunan-bangunan unik dengan facade bebatuan di area perbukitan. Dan pula saya berpikiran kalau area monumental akan berada di atas sana. Akhirnya saya menyusuri bukit naik-naik keatas sampai akhirnya menyadari kalau masa berlaku tiket masuk saya tinggal 15 menit lagi. Akhirnya turun ke bawah lagi dan melihat main terrace yang luas sekali dengan penjaga tiket di sekelilingnya. Huft akhirnya ketemu juga.

Terus terang saya sangat mengagumi keindahan bentuk bangunan maupun ornamen-ornamen mozaik yang dibangun oleh Gaudi. Sangat detail dan indah. Apalagi mengingat ini dibangun di akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Wow, di zaman seperti itu saja sudah bisa menghasilkan bangunan-bangunan yang cantik dan unik seperti ini. Bahkan ceiling bangunan saja dibuat bergelombang dan dihiasi detail mozaik yang kecil-kecil dan rapi. Salute! Dua paviliun yang mengapit pintu masuk ini sekilas menurut saya sih mirip rumah orang-orangan boneka jahe. Entah kenapa menurut saya mirip kue. Saya hanya sempat masuk ke dalam rumah yang ada menara salib diatasnya. Karena ternyata isinya souvenir shop, sedangkan rumah yang di sebelahnya selalu mempunyai antrian yang panjang, waktu saya ga cukup jika harus menunggu antrian lagi.

Jadi, kalau bepergian ke Barcelona, harus-wajib-kudu sempetin dateng ke sini dan melihat langsung keunikannya. Nah, untuk lebih lengkapnya what to see in Park Guell bisa dilihat disini ya ..

La Sagrada Familia

Sekarang kita beranjak ke karya megah Gaudi lainnya. Sagrada Familia merupakan gereja Katolik yang dibangun sejak tahun 1882. Telah 135 tahun berdiri, bangunan ini belum juga rampung. Saat ini, proses pembangunan (per 2017) telah rampung sekitar 70% (sumber dari sini).

Five generations have already witnessed the temple’s rise in Barcelona. Construction continues today and could be finished in the first third of the 21st century.

Mengambil foto Sagrada Familia saat-saat sekarang ini memang masih nyaru dengan pemandangan tower crane yang masih aktif bekerja mendirikan tower-tower yang belum terbangun. Tapi sekali lagi, GILA! Karyanya super detail dan megah. Walaupun saya ga menyempatkan diri untuk masuk, tapi saya yakini didalamnya juga pasti sangat megah. Harga tiket masuknya EUR 15 dan bisa dibeli online disini.

La Pedrera – Casa Mila

Di perjalanan pulang, saya sempat mampir melewati Casa Mila yang juga didesain oleh Gaudi. Hanya duduk-duduk sebentar di kursi sepanjang jalan sambil curi-curi wifi toko di sebelahnya. Sepertinya saya memang kekurangan waktu saat mengunjungi Barcelona ini. Ternyata masih banyak lagi bangunan Gaudi yang belum sempat saya kunjungi. Semoga ada kesempatan kesini lagi ya amin..

Camp Nou Barcelona

Sayangnya di Barcelona ini saya sempat kebingungan dengan sistem transportasinya. Karena untuk ketempat-tempat yang ingin saya kunjungi, lebih mudah untuk menggunakan bus. Namun, sayangnya aplikasi offline favorit tidak begitu baik untuk mengarahkan saya menggunakan transportasi umum (terutama bus) di dalam kota Barcelona ini. Jadinya saya kembali balik ke Plaza de Catalunya untuk kemudian menumpangi bis yang memiliki perhentian di sekitar Camp Nou.

I’m not a fan of Barca. Tapi sah-sah aja kan kalau mau liat. Tapi berhubung sampai disana sudah terlalu sore, counter tiket pun sudah tutup. Batal deh tour stadiumnya.

Plaza d’ Espanya

Awalnya saya sama sekali ga ada rencana kesini. Tapi berhubung matahari masih bersinar padahal sudah jam 7 malam, bis yang saya tumpangi melewati kawasan ini dan banyak yang turun juga. Akhirnya saya ikutan turun deh. Melihat dari kejauhan ada bangunan megah yang sepertinya terletak di perbukitan, saya pun berjalan ke arah sana.

Museu Nacional d’Art de Catalunya

Nah inilah bangunan yang saya liat sejak dari dalam bus tadi. Walaupun terlihat dekat, tapi nyatanya jaraknya lumayan jauh juga. Dan karena berada di atas bukit, untuk menuju bangunan nya disediakan eskalator. Tapi tetap saja tangga panjang juga menghiasi perjalanan ini. Walaupun akhirnya saya juga menyerah di tengah jalan karena melihat masih banyaknya rangkaian tangga untuk sampai ke depan bangunan. Tapi pemandangan dari atas sini cantik banget. Bisa melihat pemandangan bangunan kota dan juga bukit-bukit di seberang.

La Rambla

Perhentian terakhir sebelum matahari tenggelam. Saya menyusuri La Rambla. La Rambla merupakan suatu jalan dimana terdapat pedestrian sepanjang 1,2 km lengkap dengan pepohonan yang tumbuh disepanjang jalan tersebut. Yang berbeda adalah jalan ini dikelilingi oleh shopping center dan diujung utara jalan ini merupakan Plaza de Catalunya.

La Rambla was the only street in the world which I wish would never end (Federico García Lorca)

Namun, wajib diwaspadai pickpocket di area ini. Ditambah area-area yang berada di dalam gang, kurang nyaman untuk dilewati. Karena terlihat seperti banyak preman dan memang banyak baca artikel yang mengatakan bahwa harus extra waspada jika berada di area ini. Well, matahari mulai terbenam sayapun kembali ke hostel karena besok pagi harus menyiapkan diri berangkat ke Valencia.

 

post a comment