Top
  >    >  Japan

Japan

WELCOME TO JAPAN TRAVEL GUIDE

Untuk saya pribadi, mengunjungi negara Jepang merupakan impian saya sedari dulu dan akhirnya  berkesempatan berlibur bersama suami di tahun 2018. For the first timer, tentunya saya masih memilih jalur mainstream yaitu berkunjung di saat musim semi, dimana cherry blossom atau bunga sakura sedang bermekaran dengan indahnya. Namun, berhubung saya sebenarnya sudah pernah menikmati sakura di Kota Delft, Belanda sekitar tahun 2017, jadi saya gak begitu ngotot untuk datang tepat di saat prediksi bunga sakura sedang bermekaran. Kebiasaan saya setiap pertama kali berkunjung ke suatu negara adalah sebisa mungkin melihat sebanyak-banyaknya attractive places di sana dan merasakan berbagai macam pengalaman dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jadinya pada tahun 2018 kemarin saya mengambil cuti di waktu yang sedang banyak libur nasional sehingga cuti yang diambil gak terlalu banyak yaitu pada tanggal 28 April – 11 Mei atau sekitar 13 hari.

Bagi sebagian orang yang berdomisili di Indonesia rasanya negara Jepang merupakan negara destinasi wisata favorit. Gimana nggak? Dibilang jauh namun ga sejauh negara-negara di barat sana. Lalu, Jepang juga merupakan negara empat musim sehingga yang ingin bermain salju bisa ke sini. Masih di kawasan Asia jadi ga bakalan culture shock. Negaranya indah, budayanya yang khas dan kuat namun modern, transportasi umum tertata dengan baik, mau shopping til broke juga bisa, dan berbagai keunggulan lainnya. Namun, hal yang ga kalah pentingnya adalah jangan lupa persiapan keuangan yang baik karena segalanya serba mahal jika dibandingkan dengan di Indonesia.

Things to See and Do in Japan

Temple dan Shrine
Naik Shinkansen
Shibuya Crossing
Museum Doraemon
Mount Fuji, Lake Kawaguchiko, Shibazakura Festival
Shopping and strolling around Harajuku, Akihabara, Shinjuku, Shibuya, Ginza
Berfoto dengan real size Gundam di Odaiba
Glico Man Sign
Bamboo Groove Arashiyama
One day trip to Hiroshima dan Miyajima
Nungguin Geisha, Geiko, dan Maiko lewat di Gion Street
Tateyama Kurobe Alpine Route
Skincare Shopping at Matsumotokiyoshi dan Don Quijote
Disney Sea
Gyukatsu Motomura
Nyetok onigirinya Family Mart, 711, dan Lawson

Typical Costs When Travelling

Accommodation

Penginapan di Jepang bisa dibilang harus disesuaikan dengan budget, lalu pilih mau di daerah mana dan seberapa jauhkah dari stasiun kereta terdekat. Pilihan saya ketika di kota besar seperti Tokyo itu memilih hotel budget yang biasanya terletak ga jauh dari area wajib tourist, seperti APA hotel atau MYSTAYS hotel. Kedua merchant hotel tersebut cukup banyak tersedia dan harganya sekitar 1 juta/malam. Kamarnya cukup kecil sih apalagi kalau bawa koper-koper gede memang space jadi sempit banget.

Nah kalau di Kyoto sengaja ingin menginap di Ryokan atau penginapan yang memang berbentuk seperti rumah Jepang dan tidurnya di atas tatami. Ryokan ini pada dasarnya mahal banget, rata-rata yang penginapan yang bagus itu sekitar 3 juta-an/malam. Tapi akhirnya saya menemukan ryokan yang per malamnya 1,8 juta. Lokasinya kurang dari 1 km ke Kyoto Station, cukup mungil tapi tetap nyaman walaupun dengan type sharing kamar mandi.

Selain itu, saya juga sempat menyewa airbnb di Osaka. Bentuknya seperti bangunan  5 lantai namun type kamarnya seperti apartment studio. Di hari terakhir di Tokyo pun aku sempet nyobain nginep di hostel kekinian yang menyediakan kamar private dengan kamar mandi sharing. Ukuran kamar sangat kecil  tapi ya apa boleh buat yang penting on budget 🙂

Food

Ngomongin masalah makanan di Jepang, agak gampang-gampang susah sih ya. Biasanya mencoba mencari menggunakan aplikasi dulu apakah ada makanan halal di sekitar tempat yang sedang dikunjungi. Restoran halal itu biasanya menyediakan ramen ayam dan ayam goreng, jadi bisa dibilang kita sering banget makan ramen selama disana. Di Osaka juga sempat makan okonomiyaki halal di  suatu kedai halal. Selain itu, buat ngeganjel perut onigiri nya lawson, family mart, atau 711 selalu tersedia di tas.

Transportation

Untuk perjalanan di dalam kota biasanya kita menggunakan moda kereta (subway). Untuk di Tokyo saya membeli tiket subway harian (tersedia tiket  1 day,2 days, dan 3 days). Tiket ini berlaku jika kita menggunakan Toei Subway dan Tokyo Metro. Selain itu, saya juga membeli IC Card untuk jaga-jaga kalau di perjalanan perlu menggunakan transportasi non metro dan toei. IC Card yang saya beli adalah Pasmo Card dikarenakan Pasmo ini bisa dicetak dengan nama kita, jadi bisa sekalian buat kenang-kenangan. IC Card ini cukup universal bisa digunakan di berbagai kota di Jepang seperti Osaka dan Kyoto.

Selain itu membeli JR Pass juga suatu keharusan sih kalau mobilitas antar kotanya cukup tinggi. Harga tiket satuan shinkansen itu bisa jutaan untuk jarak tempuh 2 jam Tokyo-Kyoto saja. Nah, JR Pass ini khusus tourist dan hanya bisa dibeli di luar Jepang. Di Indonesia bisa dibeli di beberapa travel agent yang menyediakan tiket ini. Harganya cukup mahal sekitar Rp 3,7 juta, tapi tiket ini bisa digunakan untuk unlimited travel dengan shinkansen selama 7 hari.

Budget Tips

Suggested daily budgetRp 2.25 juta/hari/orang. Ini hitungan kasar sih untuk total keseluruhan harga perjalanan, sudah termasuk tiket PP Jakarta-Tokyo, hotel, makan, tiket atraksi, belanja skincare, transportasi. Khusus untuk makan aja mungkin sekitar Rp 300ribu/ hari/ orang.. Ini dengan catatan bukan makan di restoran mewah ya.

RELATED ARTICLES

Here is the articles related to my trip to Japan :

0

post a comment