Celebrating Anniversary in Namaaz Dining | Review

Namaaz Dining adalah restoran pertama di Indonesia yang bertemakan Molecular Gastronomy, dimana seorang chef akan berlaku seperti scientist yang sedang bekerja di laboratoriumnya dengan menggunakan prinsip-prinsip kimia dan fisika dalam mengolah ataupun menyajikan makanan. Salah satu chef Indonesia, Andrian Ishak, mendalami ilmu ini dan mulai membuka restorannya sekitar tahun 2013 silam. Konsep dari restoran ini adalah tidak ada menu yang harus kita pesan. Setiap tamu akan mendapatkan menu yang sama, sekitar belasan jenis dishes yang akan disantap dalam waktu kurang lebih 2 jam. Kombinasi belasan menu ini akan berganti setiap 6 bulan sekali. Jadi ketika saya datang di Bulan Agustus (2015) kemarin sudah pergantian menu yang kelima. Kabarnya launching di bulan October (2015) adalah menu best of the best. Jadi, menu nya adalah menu yang sudah pernah disajikan di menu-menu terdahulu tapi dipilih menu terfavorite yang di vote dari setiap tamu yang pernah datang kesana. Mau tau keseruan merayakan anniversary di sana? Yuk, simak Review Namaaz Dining berikut ๐Ÿ™‚

Sekilas tentang restoran nge-hip di Jakarta ini adalah wajib reservasi. Karena restoran ini hanya menerima sekitar 28 orang per hari nya. Ini masih lebih mending dibandingkan ketika masih berlokasi di Fatmawati mereka hanya menerima tamu sebanyak 8 orang per harinya. Waktu reservasi terdiri dari 3 pilihan, mulai dari pukul 06.30 pm, 07.00 pm, dan 07.30 pm. Disarankan tidak kecepatan datang ataupun telat, diusahakan on time. Karena kalau kamu dateng lebih awal pun baru akan dilayani sesuai jam reservasi kamu. Semua ini akan sebanding dengan apapun yang kamu dapatkan dari mulai kepuasan perut, kepuasan suasana, dan pastinya pengalaman unik di kehidupan kuliner.

Sebelum memutuskan untuk membooking kursi di restoran ini, yuk simak tips berikut:

1. Dengan tag line restoran ini fineย fun dining, emang lebih baik kamu DRESS UP! Suasananya agak kurang cocok kalau berdandan casual. Gak harus berlebihan dengan pakai gaun untuk cewek dan berjas untuk cowok juga sih, tapi seenggaknya bereffort lebih untuk berpakaian cantik.

2. Lebih enak pergi dengan pasangan! Bukan berarti kalau jomblo gak boleh kesini loh. Tapi suasana disini syahdu sih jadi bukan buat tempat ketawa ngakak haha hihi sama temen-temen gitu, walaupun pas gw kesana ada sekelompok gak tau keluarga atau temen kantor yang berjumlah sekitar 8 orang. Semakin banyak anggota group yang dibawa sebenernya agak rempong. Kenapa?

Pertama, makanan tidak akan dihidangkan kalau seluruh anggota belum lengkap. Jadi kasus group 8 orang ini, mulai makannya telat banget karena ada anggota yang datangnya telat. Otomatis yang lain rugi waktu dan makin laper karena tetep harus nungguin anggota terakhirnya datang.

Kedua, setiap pergantian makanan juga memperhatikan apakah seluruh anggota udah habis makanannya, kalau ada yang makannya lelet alamat yang lain juga nunggu.

Ketiga, makanan dan moment disini tiap detiknya photo-able. Lo bayangin aja tiap makanan datang, per orang minta difotoin satu-satu. Udah kelar deh makin lama. Dan ketika makan disini tuh fokus bener-bener ada di makanan. Jadi emang ga ada waktu buat tiba-tiba membahas masalah anak di sekolah atau bos yang di kantor marah-marah mulu, tapi pasti ngebahas โ€œih ini rasa nya kayak itu yaa, kok lucu sih rasanya..โ€

3. Reservasi itu wajib ! Apalagi kalau kamu berencana untuk dinner di akhir pekan. Lebih cepat sold out nya.

4. Ketika booking lewat websitenya Namaaz, kita akan dihubungin balik lewat email atas konfirmasi pemesanan. Di email balasan yang pertama, admin Namaaz bakalan nanya apakah tamu memiliki alergi terhadap sesuatu. Dan itu wajib banget kamu konfirmasi kalau punya alergi di makanan tertentu. Balasan selanjutnya oke kita bahas di point berikutnya.

5. Lebih seru kalau tujuan kamu makan disini merayakan sesuatu bisa itu ulang tahun, anniversary, atau ngelamar pacar misalnya. Kenapa? Nanti kamu temuin jawabannya di cerita-cerita aku di bawah ya. Tapi hint nya lebih asik kalau moment nya lagi ulang tahun. Oh ya di balasan email kedua, admin Namaaz bakalan nanyain apakah kamu sedang dalam merayakan sesuatu. Kalau iya mau ditulis apa di sajian surprisenya. Nah, disini berhubung gw yang mesen jadinya berasa gw yang surprise-in pacar. Jadi, lesson learned nya biarin cowok kamu yang reservasi ya ๐Ÿ˜‰

6. Hal yang gak kepikiran waktu itu adalah gw gak request tempat duduk. Dan berhubung gak paham dengan kondisi restorannya jadi terima-terima aja. Yang paling aku saranin (kalau pergi berdua pasangan), minta duduk di kursi sisi jendela deket pintu masuk. Agak fotogenic soalnya kalau foto berlatarkan jendela. Kalau ditempat lain fotonya pasti keliatan tamu-tamu lainnya. Kayak tempat duduk gw ๐Ÿ™ Ada juga di sofa ujung itu terlalu deket sama kamar mandi walaupun kamar mandinya super bersih dan nyaman sih, tapi tetep aja. Ada juga yang cuma berdua tapi duduk di meja bundar buat ber empat, jadi asa kegedean mejanya.

7. Biarkan perutmu kosong ya. Bener-bener salah duga karena kita mikir makan disini bakalan kayak nyemil secara porsi tiap menu nya cuma seiprit, tapi ternyata walaupun seiprit dengan belasan menu itu bikin perut begah juga. Padahal sebelumnya kita nongkrong di cafe seberang sambil makan french fries dulu karena takut ga kenyang makannya. Super salah.

8. Siap merogoh kantong lumayan dalam untuk makan disini. Tapi tenang aja semuanya terbayarkan dengan pengalaman yang kamu dapatkan ๐Ÿ™‚

Emangnya harganya berapa sih? Di tahun 2015 kemarin harganya Rp 2.31 juta (tax included) untuk dua orang.

Okay kita mulai dengan perjalanan menu-menu yang gw santap ya. Oh ya tema menu saat itu adalah Back to Childhood. Beware of the long post ๐Ÿ™‚

1. Kertas, Pensil, dan Serutan

[metaslider id=1974]

(Gambar 1) Hal pertama yang kamu temukan dan sudah tersaji di meja adalah kotak pensil doraemon (super 90s banget ga sih kotak pensilnya? ๐Ÿ™‚ yang didalamnya berisi pensil kayu, pembuka botol, dan sedotan, pensil sharpener lengkap dengan rautan kayunya, sendok, dan segelas air putih.

Well, kesan pertama gw adalah ini hanya property aja yang menandakan tema menu kali ini adalah Back to Childhood. Tanpa gw sadari ini semua adalah komponen yang gw perlukan untuk makanan gw.

(Gambar 2) Konsep makan disini adalah chef utama nya yaitu Chef Adrian akan datang di setiap menu yang datang dan memberikan penjelasan singkat tentang makanan apa sebenernya ini dan bagaimana cara menikmatinya. Siapa sangka piring berwarna hitam dan diatasnya disajikan sesuatu seperti bentuk kertas yang dituliskan ini ibu Budi ini bapak Budi adalah OPOR AYAM !!!!

(Gambar 3) Cara menyajikannya adalah kita ambil pensil kayu yang tersimpan di dalam kotak pensil dan ditaruh di ujung kertas.

(Gambar 4) Crumb (serbuk kayu dari dalam rautan pensil) kita ambil menggunakan sendok dan ditaburkan di atas kertas.

(Gambar 5) Kemudian kertas digulung …

(Gambar 6) Dimakan deh. Rasa opor ayamnya kerasa banget. Kertas tadi yang dominan memiliki rasa ketupat. Crumb dan pensilnya juga memberikan sensasi-sensasi crunchy yang seru. Enak deh pokoknya.

(Gambar 7) Nah ini nih yang gw merasa gak pernah dicoba di masa 90an. Katanya dulu ada minuman soda jeruk yang ngehip banget namanya Green Spot, tapi gak tau juga kenapa nge hip nya. Mungkin dulu belum ada minuman bersoda rasa orange kali ya. Dan gw agak lupa sih gimana cara membuat ini dan apa keistimewaannya, tapi yang jelas ada selasih di dalamnya.

2. Mie Anak Mas

[metaslider id=1987]

(Gambar 1) Pasti kalian tau banget kan snack mie yang namanya Anak Mas. Nah, konsep kedua ini menggandeng jajanan anak kecil yang tersohor itu. Tak lupa plastik bumbu MSG yang biasanya juga ada sebagai penyedap rasa.

(Gambar 2) Plastik bumbu ini bisa dimakan juga loh. Cara makannya adalah dengan menabur bumbu di dalam plastik tersebut keatas mie dan ini adalah SAMBAL GORENG ATI !!! Rasanya sangat menggugah sih! Beneran mirip rasa sambal goreng ati ๐Ÿ˜€

3. Haw Flakes Candy

[metaslider id=1994]

(Gambar 1) Siapa sih anak 90an yang ga pernah makan permen yang satu ini. Masih pada ingat kan permen bulat tipis yang sebungkus bentuk silinder isinya ada sekitar 10 permen tipis yang rasanya asem. Nostalgia banget ketemu ini.

(Gambar 2) Permen yang bernama Haw flakes ini dituangkan suatu cairan berwarna kuning kecoklatan

(Gambar 3) Kemudian haw flakes ini akan hancur karena terendam air dan ketika diseruput. Wow! SUP KACANG MERAH !!!

4. Permen Rokok Coklat

[metaslider id=2003]

(Gambar 1) Jangan berpikiran buruk bahwa kita bakal disuruh ngerokok ya disini hehe. Masih inget kan permen rokok yang dijual bebas di semua warung-warung sekolah jaman kita sekolah dulu? Nah, momen nostalgia kali ini dipersembahkan oleh rokok yang terbuat dari frozen marshmallow dan popcorn yang dibalut dengan pembungkus rokok yang terbuat dari bahan dasar gula.

Sedangkan abu rokok di dalam asbak itu adalah abu buatan yang terbuat dari terasi dan wijen hitam (black sesame)

(Gambar 2) Cara menikmatinya adalah chef akan datang membawa gelas aluminium yang berisikan kandungan kimia yang mampu membekukan rokok tersebut. Dan setelahnya kita bisa berpose ala-ala perokok karena rokok tersebut apabila dihisap, maka dari mulut kita akan mengeluarkan asap dingin.

5. Space Invader

[metaslider id=2006]

(Gambar 1) Alien aneh berwarna hitam ini mengadopsi game Space Invader yang dibuat oleh Atari.

(Gambar 2) Jadi apakah rasa dari alien ini? NASI BAKAR IKAN PEDA !! Ini rasanya enak banget. Bahkan tentakelnya ini crunchy jadi berasa makan kerupuk. Enak banget rasanya!

6. Bunga Asoka

Siapa yang dulu waktu kecilnya sering nyeruput madu dari putiknya bunga asoka? Nah, sajian satu ini ingin mengingatkan kita akan kebiasaan kecil kita dulu. Namun, kali iniย  yang seolah-oleh kita seruput dari putiknya adalah BIR PLETOK!. Bir Pletok adalah minuman non-alkohol asal Betawi yang terbuat dari jahe, sereh, dan rempah-rempah lainnya.

7. Balap Keong

[metaslider id=2013]

(Gambar 1) Siapa disini yang masa kecilnya suka ngebalapin keong? Terinspirasi dari mainan jadul tersebut, chef Adrian mengisi cangkang keong dengan bihun dan cumi.

(Gambar 2 dan 3) Denganย  bantuan alat kita mengeluarkan isi di dalam cangkang dan meletakkan diatas sendok hitam yang diatasnya terdapat sambal yang pedas. Setelahnya seluruh sajian diatas sendok tersebut dapat kita makan plus sendoknya juga dapat dimakan karena terbuat dari kerupuk.

8. Dunkin Donuts and a Cup of Tea

[metaslider id=2020]

(Gambar 1) Wah udah mulai ke sajian dessert nih. Wait! belum! Ini bukanlah donat dan teh biasa.

(Gambar 2 dan 3) Cara menikmatinya adalah donat tersebut dimasukkan ke dalam cangkir, tak lupa bersama tea bag dan diseduh dengan air panas. Diaduk menggunakan sendok, dan seketika semua komponen larut.. Ketika diseruput .. wow! RAWON !!!

9. Veggie Salad ?

[metaslider id=2027]

(Gambar 1) Seketika seorang chef datang dengan membawa trolley yang diatasnya terdapat salt board. Sebuah papan yang terbuat dari garam ini digunakan untuk membumbui daging-daging kecil berwarna putih yang semula saya tidak tau itu daging apa.

(Gambar 2) Kemudian daging tersebut dimasukkan ke dalam suatu wadah kaca yang sudah diberikan asap buatan supaya semakin dramatis dan sepenglihatan sih seperti semangkok salad sayur.

(Gambar 3 dan 4) Sewaktu disajikan sih masih dengan asap dingin buatan yang mengepul. Dagingnya tampak membeku dan ketika diicip. Pepes Ikan donggg!!

10. Ayunan

Sekilas tampak seperti ayunan ya. Tapi uniknya rantai ayunan tersebut terbuat dari kulit pete. Bola-bola ini adalah berupa AYAM BALADO ๐Ÿ˜€

11. Mochi?

[metaslider id=2035]

(Gambar 1) Dalam sajian piring tersebut seperti ada mochi.

(Gambar 2) Kemudian chef datang menuangkan cairan berwarna kemerahan. Apakah ini?

(Gambar 2) Jadi ini adalah Ikan Asam Pade (asam pedas). Siapa yang sangka mochi tersebut adalah ikan tongkol hihi.

12. Sardencis

[metaslider id=2039]

(Gambar 1) Makanan kalengan seperti ini ingetnya ikan sarden banget ya. Walaupun udah bisa kebacaย  kalau ini adalah Nasi Kornet. Packaging makanan ini harus kita buka sendiri seperti membuka minuman kaleng soda.

(Gambar 2) Sewaktu dibuka wah ada telor nongol.

(Gambar 3) Kalau diaduk baru deh ada kornet di dasar kaleng. Pembuatan makanan yang satu ini spesial sekali karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Daging kornet sendiri dimarinasi selama 10 hari dan dimasak selama 60 jam!!

13. Permen Telor Cicak dan Pepsodent

[metaslider id=2043]

(Gambar 1,2,3) Sampailah kepada menu dessert. Well, ga mudah loh sampai ke tahap ini. Makan 12 makanan utama secara terus menerus tanpa jeda bukanlah hal yang mudah. Begah perut udah pasti! Ketika disajikan sajian yang satu ini.. Huft! Rasanya tenggorokan adem gitu makan es krim.

Jadi ini adalah es krim vanila dengan topping crumble, popcorn candy, dan tak lupa permen telor cicak! Dan uniknya ada (d)odol sebagai topping. Manis seger deh pokoknya!

14. Ketan Susu

[metaslider id=2047]

(Gambar 1) Dessert selanjutnya adalah ketan susu! Selain ketan susu juga ada mangga yang seperti dicoated dengan agar-agar. Disebelahnya ditelakkan sebuah botol diisi seperti susu kental manis. Namun ini bukan sembarang susu kental manis ..

(Gambar 2) Inget kan ada permen susu yang bungkusnya kelinci, trus si permennya dilapis semacam plastik yang lumer kalau udah masuk mulut. Nah, chef Adrian beneran melumerkan permen tersebut untuk dijadikan topping susu pada sajian ini. Menarik kan!

15. Pacman

Dari bentuknya aja taulah ya ini Pacman. Sajian ini adalah marshmallow yang dibalur dengan jus nanas dan belimbing. Agak unik tapi ya lumayanlah sebagai dessert.

16. Special Menu

[metaslider id=2050]

(Gambar 1 dan 3) Ini nih alasan kenapa sebelumnya gw bilang kalau kesini lebih baik sedang merayakan suatu occasion. Berhubung saat itu kami sedang merayakan anniversary, maka sajian khusus anniversary seperti gambar ini. Buah peach dan tulisan dari coklat yang bertuliskan pesan yang sudah kita beritahu lewat email.

(Gambar 2) Sedikit iri dengan meja sebelah yang merayakan ulang tahun. Sajian mereka lebih wow! “Kue ulang tahunnya” lebih bombastis dengan asap-asap buatan dimana tengahnya terdapat lilin. Sumringah banget ya yang dapet ๐Ÿ˜€

17. Balonku Ada Lima

[metaslider id=2054]

(Gambar 1,2) Siapa yang masa kecilnya suka jajan gulali? Jaman SD dulu pasti ada abang yang jualan gulali di sekolah. Biasanya dibentuk binatang seperti kupu-kupu atau ada juga yang berbentuk dot anak bayi, dll. Nah kali ini kita akan disuruh bikin sendiri loh (with the help of assistant chef yang pastinya).

(Gambar 3,4,5) Tugas kita hanyalah meniupnya sampai gula tersebut mengeras. Agak ada tekniknya sih. Kita harus berpacu antara waktu yang dibutuhkan gula tersebut untuk mengeras atau bocornya balon yang sedang kita tiup tersebut.

(Gambar 6) Balon hijau yang gw tiup sesaat mengeras dan langsung bocor, makanya bisa dilihat lubang pada balon hijau tersebut.

(Gambar 7,8,9,10) Balon hijau tersebut diletuskan dengan beberapa cara. Yaitu dengan diberikan cairan yang mengandung nitrogen(?) sehinga balon tadi kembali mengkristalisasi menjadi gula berwarna hijau. Dengan bantuan wadah dan mortarnya balon tadi kita ‘ulek’ sampai menghasilkan gula kristal yang halus.

(Gambar 11,12) Sajian ini memang terinspirasi juga oleh lagu Balonku. Yang meletus ya balon hijau. Balon balon lainnya disajikan dalam bentuk yang lebih kecil diatas piring. Gula hijau yang sudah dihaluskan tadi ditabur diatas keempat balon dan dimakan deh. Balon-balon kecil ini kalau di pecahkan di dalam mulut langsung berupa cairan berasa. Balon merah adalah cairan jahe, balon biru adalah cairan pandan, balon kuning adalah cairan bunga lawang (star anise), dan balon ungu adalah cairan sirsak.

Meet the Chef, Andrian Ishak

Tidak lupa minta foto sama chef gokil satu ini. Terima kasih chef atas pengalaman yang seru dan unik ini. Pengen banget buat nyobain menu-menu lainnya. Yang penasaran langsung reserve tempat dan rasakan pengalaman unik kalian ya!

 

 

 

 

 

Address:
Namaaz Dining
Jl. Gunawarman No. 42 Kebayoran Baru, South Jakarta DKI Jakarta 12110, Indonesia
http://www.namaazdining.com

1 comment
  1. Ping-balik: Review Namaaz Dining
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like